Lengkap! Semua tentang UX Design Ada disini, Pemula Wajib Baca

UX Design

Apakah kamu seorang developer, designer atau mahasiswa? Sedang mencari referensi tentang UX Design? Siapapun kamu, jika penasaran dengan istilah tersebut, di sinilah kamu akan menemukan infonya.

Dunia internet bukanlah hal yang baru lagi bagi kita, bukan? Namun, tahukah kamu masih ada banyak sekali misteri di dalamnya.

Salah satunya mengenai UX dan UI Designer. Ya, profesi UI/UX Designer bisa dibilang masih sangat langka di Indonesia.

Kamu mungkin belum familiar dan penasaran seperti apa UX, apa tugasnya dan bagaimana UX bekerja. Berikut ulasan lengkap tentang UX.

Apa ya, UI / UX Design?

UX berasal dari kata User Experience Design. Sementara UI adalah singkatan dari User Interface.

Kedua istilah tersebut memang saling berhubungan satu sama lain, meski sebetulnya sangat berbeda. Sehingga cukup banyak orang yang menganggap nya sama.

Baik UI atau UX memiliki kesamaan yakni berada di bawah konsep HCI atau Human Computer Interaction. Melalui konsep ini, ilmu tentang UI dan UX mencakup 2 hal penting yaitu user & device.

Yang harus dikuasai designer ui maupun ux adalah mampu mendesain produk berupa apps, platform, web, dsb. yang mudah digunakan manusia/user melalui interface yang diberikan.

Lantas, apa ya perbedaan keduanya? Gampangnya aja, UI lebih difokuskan pada proses bagaimana lay out disajikan. Sementara UX lebih ke bagaimana produk itu dirasakan bagi pengguna.

Selanjutnya, apa sih tugas UI UX? Apa yang dimaksud dengan masing masing istilah ini? Supaya lebih jelas, yuk, kenalan satu per satu dulu!

User Interface (UI)

UI Design merupakan ilmu untuk menciptakan visual suatu produk yang hasilnya dapat dilihat mata atau visible.

User Interface mencakup 4 ranah utama, yaitu:

  • Interface Design
  • Grafis
  • Icon
  • Visual Design

Tujuan dari UI Design adalah untuk memberikan tampilan interface yang serasi, baik dari segi penataan gambar, coloring, font, dll.

Sehingga, seorang UI Designer harus mampu menguasai ilmu menyajikan visualisasi yang baik.

Juga dapat membuat tampilan interface yang menarik dengan mengkombinasikan empat poin di atas.

User Experience Design (UX)

Banyak orang yang menganggap bahwa Designer UX adalah para desainer yang bisa programming, atau programmer yang pandai mendesain.

Sebetulnya anggapan ini tidak salah. Hanya saja, User Experience Design mencakup hal yang lebih luas dan kompleks dari desain dan programming maupun UI.

Lantas, apa itu desain UX? Ini adalah ilmu atau proses menciptakan produk yang dapat digunakan dengan mudah oleh user.

Proses tersebut meliputi research pasar hingga implementasi interface yang sudah diciptakan pada saat mengolah di tahap UI.

Istilah User Experience Design juga bisa diartikan sebagai kolaborasi antara keahlian design dengan lintas fungsional lainnya untuk memenuhi 3 hal utama (sweet spot), yakni:

  • Kebutuhan pengguna, yaitu sebisa mungkin produk yang dibuat mudah digunakan oleh para pengguna.
  • Tujuan bisnis, yaitu memiliki dampak yang bagus untuk bisnis.
  • Kemajuan teknologi, yaitu desain yang bisa dikembangkan oleh tim developer.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan pada proses User Experience design, bukan hanya tentang visual atau interfcae design seperti di UI.

UX mencakup research, planning, data gathering, concept design, prototyping, present, user evaluation hingga reviews, brainstorming, dll.

Tujuan User Experience design sendiri adalah untuk menciptakan desain produk yang berguna/useful, bermakna/meaningful dan menyenangkan/enjoyable bagi user.

Maka dari itu, seorang designer harus bisa merancang produk yang memiliki keserasian antara tampilan dengan sistemnya. Tak hanya itu, UX Designer juga dituntut mampu memecahkan masalah spesifik penguna.

Sehingga dibutuhkan keahlian menganalisis dan memahami kebiasaan, keinginan dan kebutuhan dari pengguna/user.

Untuk pengukuran keberhasilan UX bisa dilihat melalui sebuah ceklist yang mencakup poin-poin. Sudah banyak tool yang menyediakan ceklist point yang dapat membantu kamu mendesain suatu produk.

Apa Tugas Seorang UX Designer?

Bagaimana sob? Sudah terlintas kah di benak kamu gambaran mengenai UX?

Nah, untuk semakin memperjelas, ada baiknya nih kamu mengetahui tugas para UX Designer. Apa saja sih yang dilakukan mereka dan apa saja tanggung jawab nya? Yuk simak kelanjutan nya.

Sebetulnya tugas UX Designer sangat beragam, tergantung projek, perusahaan dan produk apa yang dikerjakan. Namun, secara umum, berikut ini beberapa hal yang harus dikuasai designer UI/UX.

Melakukan Penelitian Produk

Titik awal UX Designer dimulai dari tahapan ini, yaitu meliputi riset pasar dan pengguna sebagai dasar untuk merancang sebuah produk.

Yang biasa dilakukan di tahap riset yaitu online surveys, focus groups, wawancara, atau competitive analysis. Hasil dari pengumpulan data, kemudian dianalisis untuk mengambil keputusan.

Mendesain Persona & Skenario

Tugas selanjutnya adalah mengidentifikasi segmentasi pengguna serta membuat representatif kelompok atau persona tersebut.

Setelah itu, dibuatlah skenario berupa narasi yang merepresentasikan salah satu prilaku pengguna terhadap suatu produk.

Mendefinisikan IA (Information Architecture)

Seorang UX Designer harus mendefiniskan arsiteKtur informasi yang terdapat pada sebuah produk setelah mengetahui persona.

Hasil dari proses IA adalah berupa navigasi, hirarki sekaligus kategorisasi suatu produk.

Mendesain Wireframe

Apa itu Wireframe? Wireframe adalah sebuah representasi awal dari design yang mewakili prilaku pengguna ketika berinteraksi dengan produk.

Bisa dibilang wireframe seperti sebuah blueprint dari suatu bangunan. Yang kemudian akan dikembangkan menjadi produk lengkap yang utuh.

Prototyping

Berbeda dengan wireframe, prototype merupakan representasi yang lebih kompleks dari suatu produk. Atau bisa juga dibilang representasi produk tahap akhir.

Seorang UX Designer dapat memanfaatkan tools yang sudah ada untuk mendesain prototype. Misalnya Sketch dan Adobe XD.

Product Testing

Tugas selanjutnya seorang UX Designer adalah memastikan bahwa produk yang dibuat sesuai dan bermanfaat.

Sehingga perlu dilakukan product testing agar dapat megetahui bagaimana pengalaman pengguna ketika menggunakan produk.

Apa Saja Elemen yang Mempengaruhi UX Design?

Tentu dibutuhkan elemen khusus untuk membuat suatu produk dengan kualitas yang baik. Dalam pembuatan UX, setidaknya ada 5 elemen utama yang harus diperhatikan yaitu:

1. Strategy

Elemen ini mencakup Product Objectives & User Needs. Yakni tujuan produk dan kebutuhan pengguna.

Kamu harus paham tujuan pembuatan produk dan bagaimana produk dapat sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Kamu perlu membangun Brand Identity dalam rangka menciptakan citra positif terhadap produk. Perlu ada segmentasi untuk mengetahui kebutuhan user, misalnya usia, pendidikan, pendapatan, dll.

Melakukan research di elemen ini juga sangat penting, Untuk apa? Tentu untuk mengumpulkan info sebanyak mungkin guna memberi pengaruh pada produk yang akan dikembangkan.

Terakhir, adanya persona juga sangat penting dilakukan di elemen ini. Apa User Persona di UX? Persona adalah karakter fiksi yang ditunjukkan dari segmentasi user.

Gunanya untuk apa? Persona dapat membantu kamu menentukan target pengguna secara lebih spesifik. Karakter ini juga membantu kamu mengingat target user pada tahap perancangan produk.

2. Scope

Elemen ini membantu kamu mengetahui cakupan produk yang akan dibuat. Sehingga tahu produk apa yang akan dibuat dan yang tidak dibuat.

Produk memiliki 2 sifat umum yakni product as functionality dan product as information.

Dengan mengetahui sifat fungsionalitas produk, kamu dapat mempetimbangkan fitur seperti apa yang cocok dibuat.

Memahami produk sebagai informasi akan membantu kamu menentukan apa saja konten yang hendak ditampilkan.

Kamu juga perlu menyesuaikan antara konten tampilan dengan produk yang akan kamu buat untuk meraih user interface yang baik.

3. Structure

Di tahap ini, kamu dituntut memahami prilaku serta pemikiran user sehingga dapat menjadi tolak ukur menentukan struktur produk.

Dengan begitu, kamu dapat menciptakan pengalaman user yang sesuai dan cocok dengan produk yang dibuat. Ada 2 hal yang harus ditekankan, yakni Interaction Design dan Information Architecture.

Interaction Design untuk mengetahui seperti apa respon produk saat pengguna melakukan tindakan tertentu.

Information Architecture berhubungan dengan cara pengguna mengolah informasi yang divisualisasikam di dalam produk. Sehingga dibutuhkan pengelompokan informasi yang baik di elemen ini.

4. Skeleton

Di elemen ini kamu perlu mengetahui konsep interface design, navigation design dan Information Design.

Interface Design mencakup komponen interface misalnya list, toggle, button, dll. Di sini kamu perlu menyesuaikan komponennya dengan target maupun kebiasaan pengguna.

Upayakan membuat Interface Design se-intuitif mungkin bagi pengguna.

Navigation design adalah level kemudahan pengguna ketika menggunakan produk dalam rangka memenuhi tujuannya. Contohnya, menciptakan metode untuk berpindah dari page satu ke page lainnya secara mudah.

Information Design menuntut kamu mengelola informasi secara baik dengan tampilan yang dapat dipahami dengan mudah oleh user. Misalnya dengan menggunakan bentuk visual seperti grafik, pie chart, dll.

5. Surface

Pada elemen ini kamu akan lebih banyak bekerja dengan sistem perancangan Sensory Design. Apa itu Sensory Design?

Seperti namanya, istilah ini mengacu pada design yang mempertimbangkan pancra indra, yakni mata, telinga, kulit, dll.

Atau tentang bagaimana pengguna menggunakan indranya untuk melihat, menyentuh, mendengar, merasakan atau mencium.

Beberapa hal yang patut diperhatikan di elemen ini adalah:

  • Follow the eye yakni untuk mengetahui cara user membaca sebuah halaman (Z pattern atau F pattern).
  • Grid untuk menciptakan lay ut yang rapi serta nyaman dilihat.
  • Contrast untuk membantu pengguna mengetahui bagian informasi mana yang lebih penting.
  • Color Palletes, Consistency, Style Guide, Typography, dll.

Selain kelima elemen utama di atas, ada beberapa faktor penting yang dapat mempengaruhi suksesnya UX. Berikut 7 kunci utama pembuatan UX.

  • Useful, produk yang dibuat harus bermanfaat dan menyediakan tujuan bagi target cutomer.
  • Usable, produk dapat secara efektif dan efisien membantu pengguna untuk mencapai tujuannya.
  • Accessible, produk UX mampu diakses oleh pengguna dalam skala besar dan luas.
  • Valuable, produk UX dapat menyediakan nilai dan manfaat baik bagi bisnis maupun cutsomer secara keseluruhan.
  • Findable, produk berikut konten di dalamnya sebaiknya mudah ditemukan.
  • Desireable, produk harus menarik dan diinginkan customer. Sehingga perlu ditampilkan dengan pertimbangan desain estetik.
  • Credible, produk harus kredibel dan bisa dipercaya.

Setelah mengetahui elemen UX design dan kunci utama dalam pembuatan produk UX yang tepat, yuk lanjutkan ke langkah selanjutnya.

“Bang OhSehun emang makin ganteng. Yuk ah gausah spaneng! HAHAHA”

Enak juga lho belajar UX sambil liatin yang seger seger kayak OhSehun, ya ngga sob?

Langkah Untuk Memulai UX, Bagaimana?

Mungkin kamu sudah membayangkan, kok sepertinya susah ya desain UX.

Apa ya langkah langkahnya yang paling penting dilakukan? Gimana ya cara mulainya? Perlukah belajar UX Design dari nol?

Eits, jangan terlalu overthinking begitu sob. Semua hal itu akan menjadi mudah kalau sudah ada niat. Kuncinya jangan takut mulai, jangan takut eksekusi.

Kalau kata pribahasa, “ALAH BISA KARENA BIASA”. Begitu ya sob.

Untuk memulai desain UX, kamu bisa mengawali dengan langkah-langkah yang sudah dijabarkan pada bab tugas UX di atas. Atau secara rincinya, tim Panuwun sudah membuat alurnya nih sob.

  • Understand User

Sebelum memulai apapun, kamu harus tahu kuncinya bahwa UX mewajibkan kamu memahami user.

Siapakah user? User adalah pengguna yang menjadi target pasarmu nanti. Untuk memahami user, ada banyak cara.

Bisa dengan memposisiskan diri sebagai mereka atau mencari tahu melalui penelitian.

  • Research

Ya, lakukan penelitian atau riset untuk mengembangkan produkmu.

Kamu bisa memulai riset mencari tahu apa yang dibutuhkan pengguna dan produk apa yang bisa membuat pengguna puas.

Kamu juga melakukan riset pada kompetitor. Sedikit menyontek juga tak masalah, kamu bisa jadikan bahan pertimbangan atau studi kasus UX.

  • Menganalisa Hasil Riset

Data sudah terkumpul? Selanjutnya lakukan analisa data. Eksplor bagaimana prilaku pengguna dengan mendesai user persona yang tadi sudah mimin jelaskan sebelumnya ya.

  • Membuat UX

Untuk membangun UX, kamu bisa melakukan proses wireframing dan prototyping.

Wireframe berupa kerangka elemen pada suatu produk, bisa halaman website atau aplikasi.

Prototype merupakan model sederhana suatu produk sebelum level finalisasi.

Lebih jelasnya kamu bisa mencari sumber inspirasi untuk menjajal ui/ux design tutorial. Bisa dari Youtube atau sumber reliable lainnya.

  • Mengerjakan User Interface Design

Di tahap ini, kamu akan fokus pada pengelolaan produk dari segi visualisasi atau tampilan. Usahakan produkmu bernilai estetis dan juga mudah digunakan pengguna.

  • Mengembangkan Produk

Tahap ini kamu harus sudah mulai mengembangkan produk yang bisa digunakan dan efektif. Setelah proses UI dan UX selesai, tugasmu adalah memberikan hasil atau informasi pada tim developer.

  • Evaluasi / Product Testing

Tak cukup sampai di situ, kamu perlu melakukan usability testing atau product testing. Hal ini dilakukan untuk mengetahui produk yang kamu buat bisa memberi solusi bagi pengguna atau tidak.

Upayakan kamu mendapatkan feed back dari penguna untuk meningkatkan kualitas produk.

Platform Inspirasi User Experience

Jika masih saja bingung memulai untuk merancang user experience, kamu bisa survei dan melihat lihat berbagai ux design example.

Tak perlu ribet melihat di Play Store atau App Store atau klik semua website yang ada di Google.

Cukup berkunjung di situs berikut ini, kamu bisa mendapatkan inspirasi yang lengkap seputar UI dan UX.

Seperti Apa Contoh UX yang Baik?

Kali ini kami akan memberikan gambaran seperti apa User Experince design yang baik khususnya untuk aplikasi. Seperti apa sih UX aplikasi di smartpone yang banyak disukai pengguna?

  • Sederhana & konsisten

Sederhana maksudnya fitur yang terdapat dalam aplikasi tidak terlalu banyak, rumit dan membingungkan. Konsisten artinya kamu sebaiknya mempertahankan fitur yang baik dan sudha familiar bagi user.

  • Menyesuaikan dengan Kebutuhan User

Hal ini bisa didapatkan dari proses kamu melakukan research untuk produk yang akan dibuat.

Data dari research bisa dijadikan dasar untuk menemukan apa saja kebutuhan pengguna akan produkmu.

  • Memiliki elemen visual yang seimbang

Upayakan tidak memasukkan tampilan visual yang lebay atau sebaliknya. Buatlah desain yang proporsional dengan mempertimbangkan produk yang kamu buat.

Pelajarai banyak hal mengenai komposisi huruf, warna, kata, tipografi hingga elemen animasi.

  • Memiliki Interaksi Efektif

Usahakan terdapat keseimbangan antara desain visual yang menarik dengan interaksi produk. Interaksi produk yang efektif merupakan kombinasi dua elemen yang serasi.

  • Unik dan Berkarakter

Sebaiknya kamu menciptakan produk yang berbeda dari yang sudah ada. Sehingga pastikan elemen yanga da di dalam produk unik dan berkarakter.

Kesimpulan

Mempelajari UX sangat penting dilakukan terutama jika kamu ingin bergelut dalam dunia E-Commerce.

Meski begitu, tak cukup satu atau dua hari bagi kamu untuk memahami UX secara utuh.

Kunci utama UX adalah kamu menomorsatukan User karena inilah yang menjadi investasi bagi bisnismu.

Dengan mengenal, memahami dan memulai, semoga bisa menjadi bekal sobat Panuwun untuk meniti jalan sukses di dunia bisnis melalui UX Design.

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar