Cara Menambahkan Google Analytics ke WordPress

Seorang blogger, pemilik web maupun pebisnis online harus tahu alat yang namanya Google Analytics WordPress.

Karena dengan alat ini kamu bisa mengenal perilaku pengunjung yang berkaitan dengan ramainya traffic sebuah website.

Kenapa terdengar sangat penting untuk diketahui? Karena website kamu bisa dioptimalkan dengan menggunakan alat ini.

Berikut kami jabarkan fungsi, fitur serta cara memasang Google Analytics WordPress.

Pentingnya Penggunaan Google Analytics

Menarik minat pengunjung ke website saja sudah sulit apalagi untuk mempertahankannya.

Namun jangan khawatir ternyata ada cara untuk mengetahui minat visitor pada saat mengakses website kamu.

Hal itu tentunya dengan menyediakan serta menawarkan apa yang mereka cari dna butuhkan.

Inilah hal penting yang bisa dilakukan Google Analytics WordPress. Yang mana merupakan tool yang disediakan oleh Google secara gratis khusus pengguna WordPress.

Banyak data penting yang bisa didapatkan dari alat ini berkaitan dengan pengunjung atau visitor, seperti berikut:

  1. Siapa pengunjung website kamu
  2. Halaman mana yang dibuka oleh pengunjung
  3. Halaman yang paling banyak dikunjungi
  4. Halam yang kurang menarik minat pengunjung
  5. Lokasi pengunjung
  6. Bahasa yang digunakan oleh pengunjung
  7. Waktu kunjungan paling ramai
  8. Berapa lama pengunjung menghabiskan waktu di website
  9. Sumber pengunjung menemukan website kamu
  10. Interaksi yang pengunjung lakukan pada website kamu

Cara Kerja Google Analytics

Sebelum kamu memasang Google Analytics pada WordPress, sebaiknya kamu memahami dulu alur Google Analytics bekerja.

Hal ini penting untuk kamu ketahui jika berkecimpung di dunia blogging.

1. Menghimpun data dengan JavaScript Code

Pada saat visitor mengunjungi web kamu, maka JavaScript Code berjalan untuk mengumpulkan informasi terkait visitor.

Entah itu lokasi, web browser yang digunakan, sistem operasi, resolusi layar dan informasi yang berasal dari visitor lainnya.

2. Mengirimkan data ke server Google

Setelah semua data didapatkan maka data tersebut dikirim ke server Google.

Data yang dikirim berupa Hit. Selanjutnya Hit ini akan dikirim ketika ada pengunjung yang membuka website.

3. Mengolah data oleh Google Analytics

Inilah langkah kerja terakhir dari Google Analytics yang menyajikan data dari visitor menjadi data yang kamu baca nantinya.

Cara Pasang Google Analytics

Kamu harus menyiapkan akun Google yang aktif sebelum memasang Google Analytics pada web WordPress. Kemudian ikuti langkah di bawah ini:

1. Daftar akun Google Analytics

  • Masuk link Google Analytics lalu pilih tombol sign in to Analytics.
  • Masukkan akun Google dengan alamat email kemudian klik next.
  • Selanjutnya masukkan password dan klik sign in.
  • Kamu akan diberi penjelasan cara untuk melihat rekam jejak web.
  • Jika sudah paham maka lanjutkan dengan menekan tombol sign up.
  • Kemudian kamu akan diberi pilihan untuk memilih situs web atau aplikasi seluler .
  • Pilihlah situs web. 
  • Untuk pembuatan akun baru isilah data yang dibutuhkan seperti account name, website name, website URL, Industry Category serta Reporting Time Zone.
  • Setelah semua data diisi, pilih Get Tracking ID (6).
  • Persyaratan pengajuan harus kamu setuju dengan klik tombol I Agree.
  • Setelah proses selesai maka kamu akan mendapatkan kode pelacakan atau Tracking Code yang nantinya digunakan untuk menghubungkan web dengan Google Analytics.

2. Log In Ke WordPress

  • Buka web WordPress kamu dengan cara namadomain/wp-admin misalnya panuwun.com-wp-admin.
  • Masukkan username serta password dan klik log in.

3. Menambahkan secara manual

Cara manual ini bisa kamu lakukan dengan file functions.php.

  • Masuk ke akun Google Analytics kemudian cari ikon roda gigi kemudian pilih Tracking Info dan klik Tracking Code.
  • Kemudian carilah skrip di kotak pelacakan situs web.
  • Untuk menambahkan kode ke WordPress maka buka Web kamu.
  • Cari menu Appearance klik Editor dan header.php.
  • Salin kode pelacakan tadi setelah baris <head> dan sebelum </head>.
  • Setelah selesai jangan lupa untuk klik update file maka kode pelacakan kamu telah aktif.

Perlu kamu ketahui bahwa laporan ini akan dimuat satu hari sekali. Kode pelacakan ini pun hanya bisa dimasukkan pada tema yang sudah aktif.

Jika kamu memperbarui tema maka kamu harus memasukkan kode kembali.

4. Menambahkan Dengan Plugin

Metode ini cocok digunakan jika kamu tidak begitu paham dengan struktur WordPress serta PHP.

Untuk mempermudah gunakan plugin Google Analytics yang sudah tersedia di WordPress.

  • Log in dan masuk ke dashboard WordPress.
  • Cari menu Plugins kemudian Add New dan cari Plugin Google Analytics.
  • Pasang dengan memencet tombol instal now.
  • Setelah selesai aktifkan plugin dengan klik activate.
  • Kemudian cari menu Google Analytics kemudian Authorize Plugin.
  • Untuk mendapatkan kode akses pilihlah akun Google yang kamu gunakan.
  • Klik Izinkan dan kamu akan menemukan tracking code.
  • Untuk memasukkan tracking code klik Manually enter tracking ID.
  • Salin tracking code yang ada pada kolom Tracking ID kemudian klik save.

Fitur Google Analytics

Setelah berhasil log in cari menu Admin dengan ikon roda bergerigi. Kemudian akan ada 3 kolom dengan sub menu yang berbeda-beda.

1. Account

Sub menu ini berisi tentang kategori atau folder yang berisi banyak akun Google Analytics.

2. Property

Sub menu ini berisi website-website yang ada pada setiap akun kamu. Kamu bisa memilih website mana yang akan kamu lihat datanya.

3. View

Sub menu ini berisi perintah untuk setelan tampilan laporan atau data.

Pilihlah website mana yang ingin kamu lihat laporannya klik menu Reporting.

Selain itu kamu juga bisa menggunakan menu berikut ini untuk melihat data tentang website.

4. Real Time

Menu ini menampilkan apa saja yang sedang terjadi pada website kamu pada saat itu juga. Caranya dengan membuka menu Realtime kemudian klik Overview.

Data yang bisa kamu pantau adalah:

  • Jumlah visitor secara real time
  • Visitor yang sedang aktif
  • Halaman yang paling banyak dikunjungi
  • Lokasi visitor yang paling populer
  • Total waktu yang dihabiskan oleh visitor dalam membuka halaman

5. Audiens

Menu ini berupa informasi yang berkaitan dengan visitor. Rangkuman tersebut bisa dilihat dengan cara klik menu Audience kemudian klik overview.

Data yang bisa dilihat adalah:

  • Jumlah visitor
  • Jumlah visitor baru
  • Jumlah tayangan halaman
  • Demografi visitor berdasarkan bahasa, lokasi, kota serta negara
  • Perangkat yang digunakan
  • Sistem operasi yang digunakan
  • Jenis kelamin serta usia visitor
  • Jenis topik yang paling banyak diminati

6. Behavior

Berisi informasi terkait respon visitor terhadap website kamu.

  • Jumlah visitor
  • Jumlah visitor yang kembali mengunjungi web kamu
  • Seberapa sering visitor mengunjungi web kamu
  • Jarak waktu dari kunjungan pertama ke kedua dan selanjutnya
  • Kecepatan web
  • Kecepatan muat halaman
  • Kecepatan sambungan server
  • Kecepatan unduh

7. Konversi

Kamu bisa melihat laporan tentang target yang sudah kamu terapkan pada Google Analytics.

Data yang disajikan menampilkan jumlah konversi yang diterima web serta data URL nya.

8. Acquisition

Menu ini berisi informasi tentang seberapa sering website kamu dikunjungi pada rentang waktu yang tertentu.

Data ini bisa didapatkan dengan klik menu Acquisition serta klik Overview.

Data yang kamu dapatkan adalah:

  • Jumlah visitor
  • Asal visitor baik dari organik, referensi web lain, sosmed serta sumber lain
  • Kontribusi channel marketing yang kamu gunakan untuk menarik visitor
  • Bounce rate
  • Pencapain traffic
  • Media paling efektif dalam menarik visitor

Kamu bahkan bisa mengetahui semua jenis traffic web serta melihat traffic mana yang kurang optimal.

Cara Menghapus Google Analytics

Ada kalanya sebuah website itu berpindah tangan atau hanya ingin mengganti akun yang digunakan. Maka dari itu akun Google Analytics pun juga bisa dihapus.

  • Log in ke Google Analytics kemudian pilih menu All Web Site Data.
  • Setelah itu masuk ke menu Admin dan klik Property Settings.
  • Lanjutkan dengan klik Move to Trash Can.

Kesimpulan

Usahamu tidak boleh berhenti begitu saja ketika kamu sudah selesai membuat website.

Kombinasikan Google Analytics WordPress dengan Google Webmaster Tools untuk mendapatkan duo manfaat dari performa website dan kepuasan visitor.

Karena kepuasan visitor adalah teknik terbaik dalam menarik serta mempertahankan minat terhadap website yang dikunjungi yang akan membuat traffic semakin naik.

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar