Apa itu Javascript? Pengertian dan Fungsinya

apa itu javascript

Jika kamu seorang pemula dan masih awam dengan website, pasti muncul di benak kamu apa itu javascript.

Selain CSS dan HTML, istilah ini memang sangat lekat dengan web serta segala hal tentang programming.

Bahkan, JavaScript menjadi salah satu bahasa pemrograman yang penting bagi para web developer.

Lantas, apa sih JavaScript dan apa fungsinya? Yuk belajar bareng tim Panuwun di artikel lengkap tentang JavaScript berikut ini.

Selain definisi dan fungsi, ada banyak info JavaScript seperti sejarah, kelebihan & kekurangan, contoh serta cara kerjanya.

Apa Itu JavaScript?

JavaScript atau biasa disingkat JS adalah salah satu dari 3 bahasa pemrograman utama yang digunakan dalam pembuatan website selain HTML dan CSS.

Pengertian javascript menurut para ahli:

JavaScript didefinisikan sebagai bahasa komputer berupa skrip yang biasanya disisipkan ke halaman dengan tag SCRIPT.

Apa yang dimaksud dengan java script? Tujuan dari adanya kode pemrograman ini adalah untuk menciptakan website yang dinamis dan interaktif.

JavaScript bisa digunakan hampir di seluruh web eksplorer, baik itu Mozilla Firefox, Internet Explorer, Opera bahkan Netspace.

Apa Bedanya JavaScript, CSS dan HTML?

Agar lebih paham mengenai istilah ini dan apa bedanya dengan bahasa pemrograman lain, simak dulu yuk apa tujuan penggunaan masing-masingng bahas tersebut.

  • HTML digunakan menambahkan konten ke dalam halaman website.
  • CSS digunakan untuk mengelola style, layout dan estetika halaman website.
  • JavaScript digunakan untuk menyempurnakan sistem serta tampilan sebuah halaman website.

Selain untuk keindahan suatu website, JavaScript juga dapat dikembangkan untuk menyempurnakan fungsionalitas web.

Misalnya untuk menambahkan permainan serta software yang berbasis web.

Tak heran, jika tersedia ribuan aplikasi serta template javascript download yang bisa digunakan free dan berbayar.

Bagaimana Sejarah JavaScript?

JavaScript merupakan salah satu kode komputer yang populer dan paling banyak digunakan oleh web developer selama kurang lebih 20 tahun terakhir.

Lantas, darimana kode ini berasal? Siapakah penemunya? Ternyata kode ini memiliki sejarah yang cukup panjang hingga bisa bebas digunakan saat ini.

JavaScript dibuat oleh seorang pegawai perusahaan Netspace bernama Brandan Eich pada 1995.

Sebelum akhirnya dinamai JavaScript, kode tersebut memiliki sejumlah nama lain diantaranya Mocha, Mona, dan LiveScript.

Pada awalnya, kode ini juga digunakan hanya sebatas pada kalangan Netspace saja dengan fungsi yang terbatas.

Berikut jenis javascript dengan sejarah berkembangnya JavaScript.

Tahun 1996

Kode JavaScript resmi dinamai menjadi ECMAScript.

Tahun 1998

Nama ECMAScript mengalami perubahan dan muncul ECMAScript 2.

Tahun 1999

ECMAScript 2 berubah menjadi ECMAScript 3 dan berubah menjadi JavaScrip hingga saat ini.

Semenjak itu, JavaScript terus dikembangkan hingga pada 2016 menjadi bahasa pemrograman web terpenting untuk website.

Apa Kelebihan & Kekurangan JavaScript?

Sebagai bahasa pemrograman yang terkenal di dunia, JavaScript memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan kompetitornya.

Berikut kelebihan javascript:

  • Lebih mudah untuk dipelajari.
  • Tidak memerlukan compiler sebab sudah bisa diinterpretasikan web browser dengan HTML.
  • Kesalahan atau eror lebih gampang ditemukan dan diperbaiki.
  • Bisa dialihkan ke halaman web hanya dengan menggunakan klik dan mouseover.
  • Bisa digunakan di berbagai browser dna platform lainnya.
  • Bisa digunakan untuk memvalidasi masukan serta mengurangi pengelolaan data secara manual.
  • Membuat website menjadi lebih menarik dan interaktif.
  • Membuat website lebih atraktif dan menarik banyak pengunjung.
  • Lebih ringan dan cepat.

Di samping beberapa keunggulan di atas, JavaScript juga tak lepas dari kekurangan.

Kekurangan JavaScript berkaitan erat dengan banyaknya scammer, hacker dan berbagai pihak ke-3 yang mengancam keamanan ketika menggunakannya.

Berikut kekurangan JavaScript yang sebaiknya menjadi acuan untuk mengantisipasi penggunaannya.

  • Rentan eksploitasi.
  • Bisa digunakan untuk menghidupkan kode yang berbahaya pada perangkat pengguna.
  • Tidak selalu bisa digunakan pada beberapa browser atau platform tertentu.
  • Ada cukup banyak Code Snippet JavaScript.
  • Bisa dirender pada perangkat yang dampaknya mengarah pada inkonsistensi.

Terlepas dari apa yang bisa JavaScript lakukan, ternyata ada banyak hal yang cukup berbahaya bagi perangkatmu.

Sehingga kamu harus pintar menggunakan bahasa pemrograman tersebut agar tidak malah merugikan.

Apa Fungsi dari JavaScript?

Setelah memahami pengertian JavaScript dan contohnya, hal lain yang wajib kamu ketahui adalah fungsi JavaScript untuk website.

Manfaat javascript sangat penting dalam sebuah website.

Kalau diibaratkan sebuah hubungan, JavaScript adalah bumbunya, hambar jika tidak ada.

Sehingga hampir seluruh website bisa dikatakan menggunakan bahasa ini, ntah banyak atau sedikit.

Apa saja peran, manfaat dan fungsi JavaScript bagi website?

  • Untuk membuat website lebih menarik, dinamis dan interaktif.
  • Kode JavaScript digunakan untuk menciptakan user-experience atau kenyamanan pengakses website.
  • Membantu kose CSS untuk mengatur dan menghias sebuah tampilan website agar lebih bagus dan cantik.
  • Bisa digunakan untuk memanipulasi HTML (mengganti/menyembunyikan) identitas atau nama tertentu.

Peran JavaScript dalam menciptakan sebuah website yang menarik sangat penting. Namun, JavaScript tidak berjalan sendirian tanpa kode CSS dan HTML.

Ibarat rumah, ketiga kode ini adalah satu kesatuan yang harus ada untuk membentuk rumah menjadi utuh.

HTML berperan sebagai aspek untuk membangun sebuah rumah. Sementara CSS sebagai pengatur sekaligus penghias rumah.

Dan JavaScript? Kode ini menjadi unsur pembantu CSS dalam mengatur serta memperindah rumah agar nampak lebih bagus dan lebih nyaman dipakai.

Bagaimana Cara Kerja JavaScript?

Bagi pemula mungkin agak sedikit kebingungan dengan cara kerja struktur javascript.

Sebagai bahasa milik klien, script pada JavScript diunduh pada perangkat yang ada di masing-masing pengunjung suatu situs.

Kemudian JavaScript di-embbed ke halaman website secara langsung. Atau bisa juga langsung diarahkan menggunakan file .js secara terpisah.

Proses JavaScript tentu dilakukan di perangkat pengunjung situs.

Namun, beberapa web brwoser ada yang memberikan kesempatan untuk menonaktifkan kode JavaScript ini.

Dengan menonaktifkan fitur JavaScript, website mu akan tampak naturl karena tanpa ada penambahan JavaScript.

Sehingga mungkin saja situs yang kamu buat akan terlihat amburadul jika kamu terlalu bergantung pada penggunaan kode JavaScript.

Jadi, ada baiknya kamu menggunakan Javascript dengan wajar dan tidak berlebihan.

Seperti Apa Contoh JavaScript pada Website?

Dari penjelasan di atas, apakah kamu sudah mengerti apa itu JavaScript dan cookies?

Jika belum, sebaiknya kamu langsung praktik membuat contoh javascript. Salah satu contoh yang paling mudah yaitu dalam membuat alert dengan menggunakan kode JavaScript.

Contoh Penggunaan Javascript
Contoh Menggunakan Javascript

Kode di atas adalah contoh javascript tutorial yang masih sangat sederhana.

Kamu bisa menggunakan fungsi di bawah ini untuk membuat fitur serupa:

<button onclick=”alert(“hello”);”>Klik Untuk Memesan Barang</button>

Hasil dari kode javascript di atas bisa dilihat di bawah ini:

function hello() {alert(hello, cilukba”);}

Klik Untuk Memesan Barang

Gimana mudah kan? Sesimpel itu…

Tapi, perlu diingat kedua kode di atas hanya digunakan untuk fungsi yang sederhana saja.

Silakan kembangkan skill kamu untuk menciptakan fungsi yang lebih kompleks untuk websitemu.

Kesimpulan

Jadi, apa saja yang diperlukan untuk belajar JavaScript? Sebenarnya tidak sulit ya sobat.

Hanya saja, butuh ketelatenan dan juga modal pengetahuan tentang website dan pemrograman.

Ohya, perlu diingat ya jangan terlalu bergantung pada penggunaan javascript.

Kenapa? Penggunaan kode javascript yang kebanyakan membuat website menjadi berat, lola dan lambat loading.

Nah, segitu dulu saja info mengenai apa itu javascript. Semoga dapat membantu.

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on email

Artikel Terkait

Tinggalkan komentar